Pacaran Beda Agama…???

Yang namanya cinta itu tidak ada membedakan agama, tingkatan kaya-miskin, jelek – cakep, jangan karena hal-hal demikian tidak tidak akan pernah bersatu… yang penting dalam pernikahan itu ada cinta dan saling pengertian.

Jelaskan pada anak-anak bila telah dewasa mengapa orang tuanya bisa menikah dan beda agama…

Pada saat anak-anak telah dewasa, biarkan lah mereka menentukan pilihannya masing-masing utk masuk ke suatu agama yg mana dianggapnya baik… orang tua hanya sebagai pembimbing supaya anaknya tetap di jalan yg benar….

Tapi Kalo masih dalam taraf PACARAN sih mungkin ga bakal terlalu masalah…krn umumnya masih saling MENGALAH, Tapi kalo ampe NIKAH…mungkin bakal jd masalah….apalagi kalo salah satu udah ada yg otoriter!

Buat penganut pacaran ga harus sampe nikah ya silahkan2 saja..
Tp buat yg penganut pacaran itu harus serius dan ending-endingnya Kudu sampe NIKAH…mending ga usah aja deh…

KECUALI….emang udh siap dgn semua konsekwensinya nanti di depan!!
Udah terlalu banyak gw denger cerita PUTUS karena Beda agama…sampe nangis-nagis bombay!

FYI : Bahkan Lidya kandau pun pernah blg :” kadang2 saya ngerasa sedikit hampa..krn kalo ada masalah,saya gak bisa berdoa brg suami saya”
Ternyata,,,,memang tak semudah yg terlihat,bukan?

Back to Index post

Perlukah Tinggal Serumah Sebelum Menikah ??

Perlukah Tinggal Serumah Sebelum Menikah ??

Baru-baru ini seorang wanita cantik berusia sangat belia menulis dalam sebuah forum website komunitas tertentu bahwa ia bermaksud untuk tinggal serumah dengan pacarnya di Australia, namun ia bingung untuk memutuskan perlukah ia mengambil keputusan tersebut. Wajahnya yang cantik terpampang dalam identitas penulis, sehingga membuat member lainnya tertarik untuk memberi pelbagai komentar didalam forum tersebut. Halaman penuh dengan komentar yang memuji, dan banyak sekali mendukung dan bahkan beberapa komentar lain juga ikut memberi komentar negatif, tak ayal lagi, topik tersebut penuh sesak dengan berbagai saran dan kritik dibandingkan topik-topik lainnya.

Membaca berbagai saran dan dukungan yang diberikan oleh pelbagai pihak sangat menyesakan dada, generasi kita seakan-akan telah kehilangan prinsip dan identitasnya. Pikiran-pikiran positif menjadi tabu untuk dibicarakan, pemikiran yang berlandaskan nafsu semata menjadi suatu post trend dikalangan remaja kita saat ini. Petimbangan secara seksual lebih mendominasi dibandingkan pemikiran yang berlandaskan pada kewaspadaan.

Kebanyakan dari mereka mencoba mengangkat sebuah gaya hidup modern dengan mengesampingkan nilai-nilai yang ada pada manusia itu sendiri yang disebut-sebut sebagai manusia yang berbudaya (mempunyai akal dan budi -nilai-nilai luhur). Mereka menganggap ini adalah sebagai keputusan “gaya hidup” sebagai suatu pilihan. Benarkah? Pikirindong berusaha mengupas masalah ini secara lebih mendalam.

Banyak pasangan cinta melakukan hidup serumah dengan pasangannya tanpa terikat dengan pernikahan dengan berbagai alasan;

  • Untuk penghematan uang, mereka berpikir bahwa dengan tinggal bersama maka beberapa kebutuhan individu dapat dihemat dengan tinggal secara bersama, misalnya untuk biaya menyewa tempat tinggal.
  • Karena salah satu pasangan memiliki rumah yang indah atau rumah tersebut terlalu luas untuk tinggal sendiri.
  • ·Mereka beranggapan bahwa dengan tinggal serumah bisa meluangkan waktu lebih banyak secara bersama
  • ·Ketakutan akan kehilangan pasangannya.

Beberapa hal yang menjadi pertimbangan sebelum Anda memilih untuk tinggal bersama dengannya sebelum menikah;

  • Nilai-nilai yang terdapat pada agama.
    Banyak sekali tulisan-tulisan yang dapat Anda temukan dalam berbagai media cetak yang sebenarnya membahas masalah ini, tetapi mereka tidak pernah sekalipun membahas keputusan yang Anda ambil bila tinggal serumah sebelum menikah merupakan suatu kesalahan. Media membentuk suatu image bahwa tinggal serumah merupakan suatu “pilihan” yang benar atau salah ditentukan oleh masing-masing individu. Inilah trend yang dibentuk pada generasi sekarang (baby buster, MTV generation 1) sebagai salah satu lifestyle kosmopolitan. Fenomena tinggal bersama sebelum menikah ini melanda hampir seluruh dunia, menunjukkan menurunnya kepercayaan (iman) terhadap pemahaman kitab-kitab suci. Islam dan Kristen sangat melarang hubungan seks sebelum menikah.
  • Tinggal bersama sebelum menikah berarti pelecehan terhadap lembaga perkawinan yang lebih suci dan diakui oleh Tuhan.
    Banyak pasangan memilih tinggal bersama mengatakan bahwa mereka melakukan berdasarkan cinta, mereka melakukan hubungan seks berdasarkan cinta. Mereka tidak mau disebut sebagai pasangan freesex atau pasangan kumpul kebo 2. Ini merupakan kerancuan berpikir, bila Anda mencintai pasangan Anda maka perlakukanlah pasangan Anda seperti Tuhan memperlakukan cinta kepadanya. Perkawinan merupakan langkah suci yang diberikan petunjuk oleh Tuhan, maka untuk dapat melakukan hubungan seks yang didasarkan cinta haruslah melalui perkawinan yang diakui oleh Tuhan melalui kitab suci-Nya.
  • Seks pranikah atau tinggal bersama bukanlah jaminan keutuhan dan keberlangsungan hubungan.
    Barbara De Angelis, seorang pakar relationship menulis; hidup bersama secara dini merupakan suatu kesalahan besar, hidup bersama sebelum hubungan mencapai tahap komitmen, kematangan dan stabilitas emosional yang signifikan sesungguhnya bisa mempercepat kehancuran suatu hubungan. Tinggal bersama dalam satu rumah tidak berarti bahwa dengan alasan mengenal pasangan lebih mendalam dengan waktu lebih banyak. Justru dengan tinggal bersama konflik lebih banyak muncul, karakteristik sangat berpengaruh dalam kebijakan menangani konflik. Kesiapan secara emosional akan mempengaruhi hubungan itu sendiri.
  • Tinggal bersama sebelum menikah akan membentuk karakter pemalas secara emosional.
    Jika Anda memilih hidup bersama tanpa kesiapan secara emosional dan komitmen akan justru membuat Anda terpuruk menjadi malas secara emosional. Kebanyakan pasangan yang hidup serumah tanpa terikat dengan pernikahan menganggap bahwa komitmen, pengenalan karakter pasangan, dan kematangan emosional akan terbentuk dengan sendirinya, seriring dengan waktu yang dimiliki lebih lama bersama dengan pasangannya. Ini adalah bentuk kesalahan lainnya. Ketidakmampuan untuk mengatasai konflik, kebanyakan pasangan memilih untuk menghindari konflik, mereka menganggap bahwa semakin sedikit konflik yang terbentuk maka semakin baik hubungan tersebut. Penghindaran terhadap konflik yang disebabkan oleh tidak adanya komitmen hubungan yang jelas justru membentuk konflik laten yang setiap saat dapat menjadi konflik terbuka. Hal lainnya adalah dengan waktu yang dimiliki lebih banyak, pasangan kurang dapat memberi penghargaan dan perhatian terhadap pasangannya karena seiring dengan pertemuan yang akrab.
  • Tinggal bersama sebelum menikah berarti menciptakan celah terhadap penghindaran komitmen.
    Ini merupakan hal menarik untuk dikupas, dalam suatu acara TV terkenal; Oprah, atau sebelumnya dengan nama The Oprah Winfrey Show, dibahaskan tentang pria-pria fobia komitmen. Para pria ini memilih untuk tinggal bersama dengan pasangannya lebih didasarkan pada pemenuhan kebutuhan seksual, mereka menghindari perkawinan yang dianggapnya mengikat kebebasannya. Ternyata dalam pengakuan pria-pria yang fobia terhadap perkawinan ini bahwa tinggal bersama bukan berarti bahwa hanya melakukan hubungan seks dengan pasangannya, mereka beranggapan bahwa seks adalah seks dan cinta adalah cinta. Mereka beranggapan bahwa tidur dengan wanita lain adalah sah-sah dilakukan karena mereka tidak berkomitmen untuk menikahi pasangannya yang saat itu tinggal di apartemennya. Hal menarik lainnya, Barbara menulis “…kebanyakan dari ibu kita berusaha meyakinkan kita (perempuan) bahwa laki-laki tidak akan menikahi wanita jika mereka bisa berhubungan seks dengan pasangannya, karena mereka telah mendapatkan apa yang mereka inginkan.” Walaupun tidak semua anggapan ini benar, saya tertarik ketika seorang pakar hubungan perkawinan dan keluarga menyebutkan bahwa; “…sebenarnya pria fobia komitmen belajar dari sikap yang ditunjukkan oleh pasangannya, seandainya saja mereka tidak mudah untuk diajak tidur dalam waktu seminggu perkenalan, maka pria ini dapat belajar akan rasa penasarannya, bahwa ia tidak akan mudah mendapatkan seks dari wanita yang ingin dikencaninya, maka pria-pria ini akan lebih sabar dan belajar untuk menghargai komitment pernikahan…
  • Pilihan untuk tinggal serumah sebelum menikah, lebih banyak berdampak negatif yang dapat merugikan keduabelah pihak, pria yang fobia terhadap komitmen mungkin bersembunyi dibalik tembok hidup bersama untuk bisa menikmati keintiman yang mereka ciptakan atau bahkan cara ini digunakan oleh pria untuk tidak dipaksakan oleh pasangannya untuk terikat pada komitmen final perkawinan. Selain faktor-faktor lain yang menjadi pertimbangan sebelum Anda memutuskan untuk tinggal bersama ada beberapa faktor konflik yang tak terduga yang dapat muncul setiap saat;
  • Finansial; Tidak ada komitmen yang terbentuk bahwa seseorang harus menanggung biaya-biaya tertentu, seperti biaya listrik, air, asuransi, biaya sewa rumah dan lain-lain. Hal ini swaktu-waktu dapat menjadi konflik yang tak terduga.
  • Barang-barang pribadi. Tidak semua barang-barang Anda dapat disukai oleh pasangan Anda. Dapat saja barang-barang tersebut menjadi sumber konflik yang samasekali tidak Anda perkirakan sebelumnya.
  • Kehamilan. Tidak semua pasangan menyukai kemunculan “orang baru” dalam rumah mereka. Kebanyakan mereka tidak berkomitmen tidak mempunyai anak dalam hubungan mereka. Kehamilan merupakan hal yang sangat ditakuti oleh beberapa pasangan karena ini dapat menjadi aib, penambahan beban secara finansial, kesiapan mental dan fisik dalam mengurus bayi. Solusi yang diambil pasti Aborsi, kita tahu bahwa aborsi selain dilarang juga sangat membahayakan bagi pasangan perempuan terutama pada organ reproduksinya baik secara langsung maupun tidak langsung.
  • Penilaian negatif masyarakat. Tidak ada alasan yang seharusnya dapat dibenarkan pada pasangan yang tinggal serumah tanpa ikatan perkawinan. Dampak sosial yang lebih buruk membuat masyarakat sekeliling Anda sangat memusuhi Anda, kecuali bila Anda tinggal di lingkungan yang permisif.
  • Tidak ada komitmen untuk saling mengikat. Biarpun Anda menyusun komitmen-komitmen bersama, belum tentu komitmen tersebut dapat melindungi Anda dari berbagai tindakan kekerasan atau pelecehan yang mungkin saja dapat timbul. Hal terburuk yang dapat terjadi adalah sewaktu-waktu Anda dapat disuruh meninggalkan tempat tinggalnya karena diakibatkan konflik yang terjadi secara terus menerus atau mungkin yang lebih mengerikan….pasangan anda sudah punya yang baru. Komitmen yang Anda buat bukanlah komitmen yang muncul dari norma dan nilai yang muncul dalam masyarakat…..

image dari: http://makanyajanganmaenapi.wordpress.com/2008/08/16/selingkuh-hmmm-gaya-hidup-masa-kini/makanya/

Back to Index post

Seks Pranikah Halal kah Kalau saling Mencintai ?

Seks emang anugrah alam dan bersifat alamiah, sealamiah makan dam minum. Tapi ini bukan berarti orang yang berbudaya seenaknya ndewe makan di sembarang tempat dengan cara yang mereka inginkan.

Seks Juga Pake Etika dan Aturan. Ada etika atau aturan kapan, bagaimana dan dimana orang makan. Ini berlaku sama dengan bagaimana, dimana , kapan dan dengan siapa orag berhubungan seks. Tatakrama inilah yang membedakan manusia dengan mahkluk lainnya.

Cinta Nggak Harus Lewat Seks. Banyak kaum remaja yang tersesat dengan pendapat yang rapuh ini. Kalau kita saling suka maka seks akan halal. Padahal cinta itu enggak harus lewat seks. Bahayanya lagi Ada anggapan dikalangan remaja bahwa ketidakcocokan dalam berumah tangga semata-mata disebabkan persoalan seks. Maka seks perlu dicoba sebelum menikah. Lantas timbul pertanyaan kenapa percobaan ini tidak bisa di terima ? Anggapan tadi tidaklah benar. Justru kebalikannya ketidakcocokan seks bisanya justru disebabkan karena masalah yang timbul dari konflik-konflik di luar seks.

Seks Perlu Tanggung Jawab. Hubungan seks bukanlah sekedar soal kenikmatan tapi juga menyangkut seluruh hubungan dan mengingkatkan rasa tanggung jawab kedua belah pihak. Belum tentu pasangan kita akan bertanggung jawab seandainya persetubuhan itu menyebabkan kehamilan yang tidak diiginkan.

Seks dan Keprawanan. Faktor tekanan dari luar atau dari pacar sangat berpengaruh untuk melakukan seks pranikah. Anggapan dikalangan kelompok kalau jaman sekarang sudah enggak ada lagi perawan-perawan, atau semua cewek sekarang enggak ada yang masih perawan biasanya menyudutkan kaum cewek yang lemah prinsipnya yang akhirnya mereka terbawa dengan anggapan seperti itu.

Ancaman Pacar. Tekanan dari pacar juga sangat besar pengaruhnya. Pernah dengar kata-kata “Kalau kau benar-benar mencintaiku berikan ragamu kepadaku sebagai bukti cintamu padaku, kalau kau tidak bersedia berarti aku salah mencintai orang,” ancaman yang seperti itu membuat si cewek begitu tergantung kepada cowok ini secara emosional. Si cewek seperti enggak ada pilihan yang baik, yang ujungnya ia mau melakukan apa yang diinginkan pacarnya.

Seks bukan Action. Kurangnya pengertian tentang cinta juga sangat berpengaruh terhadap seks pranikah. Ada kesan kalau cinta itu adalah suatu wujud dari action, maka cinta terhadap pacarnya juga harus berwujud action. “Jika kamu mencintai aku, kamu akan memberikan seks”. Jadi konsep cinta dan seks jadi berbaur disini. Padahal cinta bukan suatu action, cinta adalah komitmen mental, terlepas dari adanya action atau tidak.

Meski begitu kebutuhan badaniah juga menjadi alasan dalam seks pranikah. Karena seks itu mengasyikan. Mereka penasaran akan rasa seks itu yang akhirnya ingin bereksperimen untuk mencurahkan keingintauan mereka tetang seks.

Back to Index post

Selingkuh…???

Perselingkuhan : Siapa Saja Bisa Melakukannya

Evolusi kehidupan suami istri menunjukan bahwa perkawinan monogamis adalah landasan dari semua kemajuan.
Antoinette Brown Blackwell (1875)

Sebuah majalah menuliskan dalam rubriknya, seorang suami yang baru pulang berdinas di Pattaya, Thailand, mendapat perlakuan dari istrinya, ia tidak boleh lagi berhubungan intim dengannya, lalu menyuruhnya untuk memeriksa darah ke rumah sakit dengan alasan; “Aku tidak mau terjangkit HIV yang kamu bawa dari wanita Thailand yang kamu tiduri”.

Kenapa kecurigaan perselingkuhan dalam perkawinan kerapkali muncul? Apakah membangun kepercayaan merupakan hal yang sulit dalam setiap pasangan kita? Apakah selingkuh itu merupakan suatu trend yang memang diciptakan?

Media massa ikut secara langsung maupun tidak langsung telah membentuk pikiran bawah sadar kita bahwa perselingkuhan itu adalah hal yang wajar. Berbagai liputan dan istilah baru diciptakan seakan-akan bahwa perselingkuhan itu adalah sah-sah saja terjadi dalam sebuah ikatan rumahtangga. Dimulai dari hasil penelitian di Jakarta sekitar tahun 80-an yang menghebohkan, disebutkan bahwa 2 dari 3 pria di Jakarta pernah berselingkuh, atau diciptakan istilah-istilah baru seperti PIL (pria idaman lain) dan WIL (wanita idaman lain) yang lambat laun dianggap sebagai istilah yang lumrah dan terima oleh masyarakat, atau berbagai liputan pada kaum eksekutif hingga adanya istilah sex after lunch atau istilah “rapat” lainnya.

Perselingkuhan tidak dilakukan oleh pria saja, wanita juga melakukannya. Dibentuk dari komunikasi yang kurang harmonis dan dimulai dari fantasi kecil jadilah benih perselingkuhan yang bisa meledak saat kapan pun.

Kenapa perselingkuhan bisa terjadi? Ayoo kita intip beberapa mitos yang dianggap sebagai penyebab awal perselingkuhan terjadi;

1.Orang yang tidak bisa setia pada pasangannya mempunyai bentuk kepribadian yang tidak sehat atau mengalami gangguan kepribadian. Benar. Ini bisa saja disebabkan oleh pengalaman masa lalu yang dialami dalam keluarganya dahulu atau disebabkan oleh faktor lain seperti rasa dendam dan sebagainya.

2.Orang tersebut adalah pecandu seks. Benar. Ia mempunyai fantasi yang tinggi dan selalu membayangkan suatu bentuk hubungan yang sempurna dan selalu merasa tidak puas, menyukai pornografi dan bahkan mungkin ia adalah pecandu seks!

Pernahkah Anda berpikir untuk mengisi hari-hari Anda penuh cinta? Cinta adalah semangat yang dapat membangkitkan gairah hidup

3.Perselingkuhan lebih sering dilakukan oleh pria. Salah. Wanita dan pria mempunya kans yang sama untuk berselingkuh hanya saja faktor-faktor penyebabnya yang berbeda.Adanya beberapa permasalahan yang belum teratasi dalam hidupnya, dalam berbagai tekanan, stres dan depresi membuat seseorang sulit untuk berpikir rasional dan tepat. Benar! Hubungan kedua pasangan untuk saling mengerti, perhatian dan dukungan sangat diperlukan.

4.Lingkungan kerja dan tempat tinggal bisa menjadi penyebab perselingkuhan. Benar. Hampir setengah waktu dalam sehari dihabiskan di tempat kerja, secara tidak langsung Anda terlibat hubungan emosional dengan rekan kerja lebih lama dibandingkan dengan keluarga sendiri. Bertempat tinggal di daerah tertentu seperti lokalisasi dan tempat-tempat hiburan lainnya juga dapat menimbulkan godaan pemicu perselingkuhan.

5.Kurangnya komunikasi antara kedua pasangan. Benar. Tidak adanya pemahaman antara kedua belah pihak secara mendalam dan terbuka, akibatnya permasalahan yang muncul kedua belah lebih untuk menutup diri.

6.Adanya harapan-harapan dari salah satu pihak yang tidak realistis atau adanya harapan yang tidak dapat dipenuhi oleh salah satu pasangan. Benar. Adanya kebutuhan-kebutuhan yang tidak mungkin dapat dipenuhi oleh pasangan dapat menimbulkan kebosanan sehingga ia berusaha mencarinya pada orang lain.

7.Tingkat pemenuhan kebutuhan yang tidak seimbang diantara salah satu pasangan. Benar. Cinta membutuhkan suatu tingkat pemenuhan kebutuhan-kebutuhan kedua pasangan cinta yang saling mengisi dan saling membutuhkan.

Apa yang Anda lakukan bila mendapatkan pasangan Anda selingkuh?
________________________

Tips Menjaga cinta tetap utuh tanpa berselingkuh

1.Mempunyai iman.
Anda dapat berbohong kepada pasangan Anda walaupun Anda dapat berselingkuh berkali-kali, tetapi tidak pada nurani Anda dan Tuhan. Iman sangat penting untuk menjaga keutuhan hubungan Anda, seperti cinta, iman yang kuat akan membuat Anda tetap setia pasangan Anda. Ingatlah, tidak ada agama yang menyutujui perzinahan, kecuali iman Anda adalah seks.

2.Mempunyai komitmen.
Komitmen merupakan hal yang penting bagi setiap pasangan yang mempunyai cinta, kadang komitmen tidak diucapkan secara langsung, setiap pasangan berusaha mengenal pasangannya sendiri lalu terbentuk suatu kesadaran untuk saling percaya dan menjaga agar cinta tersebut tetap utuh. Kapan komitmen itu terbentuk dengan sendirinya? Ketika Anda mengucapkan cinta kepada pasangan Anda.

3.Mencintai pasangan Anda secara utuh.
No body perfect sering kita dengar, maka cintailah pasangan Anda secara tulus dengan menerima kekurangan dan kelebihannya sebagai bagian darinya yang kita cintai. Anda tidak perlu membandingkan dirinya dengan orang lain, kekurangan yang dimilikinya menjadi bagian darinya yang harus Anda terima. Berhati besar menerimanya akan membuat Anda semakin mengenalnya dan membuat Anda semakin kuat.

4.Saling percaya.
Berpikir positif tentang dirinya akan membuatnya merasa lega dan mempercayai diri Anda yang telah menghormati dirinya dengan demikian ia akan mempercayai Anda sebagai orang yang memang pantas untuk dicintai. Dukungan Anda akan membuatnya semakin menambah rasa percaya diri.

5.Keterbukaan.
Anda harus berbicara ketika kebutuhan-kebutuhan Anda tidak terpenuhi, tidak dengan menyimpannya, Anda berharap ia akan berubah dengan sendirinya? Mustahil bila Anda tidak pernah mengatakannya! Bila ia mencintai Anda ia akan mencoba mengerti dan menghormati Anda yang telah jujur dan terbuka dengannya.

6.Perjuangan
Apa yang dapat Anda lakukan dengan cinta? Pernahkah Anda berpikir untuk mengisi hari-hari Anda penuh cinta? Cinta adalah semangat yang dapat membangkitkan gairah hidup. Isilah hidup Anda dengan cinta dan katakan dengan sikap yang penuh cinta kasih padanya

Back to Index post

5 pertanda “dialah jodoh kamu”

5 pertanda “dialah jodoh kamu” …

Sudah lelah mencari ke sana-sini dan merasa belum ada yang pas juga? Jangan-jangan si dia yang kini sering mengajak kamu berkencan memang calon pasangan hidup kamu. Tapi apa iya sih? Coba saja simak 5 pertanda berikut jika memang dialah jodoh yang sudah lama dinanti.

  1. Persamaan Unik dalam Banyak Hal
    Sangat menyenangkan bila kita bertemu, berkenalan, dan bergaul dengan seseorang yang mempunyai minat yang sama dalam berbagai hal. Dan akan lebih mengesankan lagi pada saat menyadari persamaan minat atau kebiasaan-kebiasaan tersebut dilakukan dengan cara yang sama serta unik. Misalnya, saat mengendarai mobil kamuselalu memasang lagu kegemaran tertentu serta mengumandangkannya dengan ritme tersendiri. Ternyata kebiasaan tersebut pun dilakukan teman kencan kamu untuk lagu yang sama dengan ritme yang sama.
  2. Menyatukan Jurang Pemisah
    Bila salah satu dari kamu berdua tidak sengaja mengatakan segala sesuatu secara spontan, seperti celetukan, “Hmm, liburan akhir tahun ini kayaknya kita harus ke Bali, deh,” tanpa risi ataupun takut akan apa yang akan dipikirkan oleh pasangan, berarti kamu telah berhasil menyatukan jurang pemisah. Soalnya, hal ini merupakan tanda-tanda bahwa kamu berdua sudah merasa mantap dan nyaman dengan hubungan yang terjalin.
  3. Diterima Lingkungan
    Ternyata jauh lebih penting memperkenalkan teman kencan baru kamu kepada teman-teman dekat daripada ke kedua orangtua. Sebab, teman-teman dekat kamu lebih bisa merefleksikan siapa kamu dan bagaimana kamu sesungguhnya. Jadi, bila kamu ingin memperkenalkan teman kencan kepada para sahabat, hal ini menunjukkan kamu menganggap hubungan dengan si teman kencan yang baru ini tidak hanya sebagai teman sambil lalu. Kamu ingin membawa dia masuk ke dalam dunia kamu.
  4. “Saya” Menjadi “Kita”
    Cepat atau lambat, cara berbicara mulai berubah. Dari, misalnya, “Malam minggu ini kamu ada acara tidak?” menjadi ” Malam minggu ini kita ke mana, ya?”
    Tentu saja hal ini baik, tetapi untuk mengukur kadar hubungan kamu berdua, coba lihat bagaimana reaksi kamu terhadap skenario berikut ini: Bila teman kencan ingin pulang lebih awal pada suatu pesta yang diadakan oleh teman kamu, bagaimana reaksi kamu? Apakah dengan senang hati kamu akan ikut pulang dengannya atau justru merasa kesal karena belum ingin pulang?
    Bila atasan menginginkan kamu melakukan perjalanan bisnis, apakah kamu akan mengatakan kepada teman kencan dan meminta izin darinya terlebih dahulu? Bila ya, hal ini pertanda bahwa dia sudah menjadi bagian dalam kehidupan kamu.
  5. Selalu Ingin Berbagi
    Pada tahapan ini banyak pasangan yang selalu ingin mengekspresikan perasaan rindunya baik melalui SMS, telepon, maupun e-mail. Terutama pada saat mereka sedang tidak bersama. Dan bila kamu tidak sabar untuk menceritakan kepadanya apa yang terjadi pada diri kamu, apa yang kamu lihat, atau kamu tidak dapat meninggalkan toko tanpa membelikan sesuatu untuk dirinya, hal ini merupakan tanda-tanda bahwa dia selalu ada dalam benak kamu.

Jadi kalau apa yang kamu rasakan sama dengan artikel ini, berarti pasangan kamu sekarang jodoh yang baik buat kamu…

Back to Index post

Hello Semua…!

Hello…Welcome to my blog…

Sebelumnya saya panjatkan puji syukur kepada Tuhan YME atas terciptanya blog Putri ini.

Putri buat blog ini semoga bermanfaat khususnya bagi saya sendiri dan juga bagi teman atau siapa saja yang mampir diblog ini.

Lewat Blog ini Putri akan berbagi cerita dan menulis tentang sesuatu yang terjadi di sekitar Putri, dan juga mungkin teman-teman punya cerita atau sesuatu yang menarik bisa kita berbagi di blog ini.
(lihat post)

Akhirnya Putri ucapkan terima kasih pada semua yang telah mampir di blog Putri, ” Di dunia tak ada yang sempurna” apabila ada kritik ato saran mohon kirim email ke putri696@yahoo.com. Putri dengan senang hati menerimanya

Wassalam,

Tanda Perjaka

Kisah seorang anak perawan desa yang sedang mencari pekerjaan di kota metropolitan.
Karena baru pertama kali akan menginjak kota besar, sang ibu yang setiap hari merawatnya memberikan pesan penting

Ibu: “Nak, ini pesan Ibu yang harus kamu ingat, kalau kamu nanti di kota kebetulan ketemu jodohnya yang cocok, harus dipilih yang benar-benar baik untuk kamu”

Anak : “Iya Bu, harus memilih yang seperti apa ?”

Ibu  : “Intinya pilih pasangan yang benar-benar setia dan sayang sama kamu, kalau di kota besar itu lebih baik cari jodoh yang masih perjaka ting ting, soalnya biasanya di sana kebanyakan udah nggak perjaka tulen”

Anak : “Baik Bu, saya akan ingat pesan Ibu”

Lalu berangkatlah perawan desa tersebut ke kota. Singkat cerita, setelah beberapa bulan merantau di kota besar lalu pada suatu hari pulanglah perawan desa tersebut ke kampung halamannya untuk meminta restu dari Ibunya bahwa dia sudah menemukan pasangan hidup yang cocok.

Anak : “Bu, saya mohon doa restunya, saya mau menikah”

Ibu   : “Apakah sudah cocok dengan pesan yang Ibu sampaikan dulu ?”

Anak : “Sudah Bu, cocok sekali”

Ibu   : “Seperti apa misalnya, boleh Ibu dengar ceritanya ?”

Anak : “Pasangan saya itu setia dan sayang Bu, dia tidak pernah menoleh kepada wanita lain dan dia begitu perhatian sekali kepada saya”

Ibu   : “Bagus, bagus, lalu apakah dia juga masih perjaka tulen ?”

Anak : “Masih donk Bu”

Ibu   : “Apa tandanya ?”

Anak : “Keliatan dari anunya bu, anunya masih dibungkus karet kaya balon”

Ibu   : “….” …..(ibunya diem ..dan tak lama pingsan)

Ada ada aja …….dari cerita diatas kita bisa ambil kesimpulan dan hikmah bahwa; kita cewek harus tahu apa yang terjadi di jaman sekarang ato kehidupan/gaya hidup (live style) sebgian mereka, janga sampe kita kaum putri ketinggalan info yang selalu update, sehingga mudah terbaw arus dan dipermainkan ato dimanfaatkan sama mereka.

Bagi temen-temen klo punya cerita lucu kirim dong ke putri696@yahoo.com

Back to Index post